Studi Kasus Terhadap Volume Forex (Part 1)

Indikasi bar volume dalam forex adalah merupakan gambaran banyaknya trade balance / aktivitas market / transaksi buyer dan seller dalam interval waktu tertentu / time frame, dalam satuan ticks per interval waktu.

Data yang digunakan adalah tick volume. 1 tick volume disamakan dengan satu kali perubahan harga naik atau turun, artinya harga tersentak naik atau turun dinamakan 1 tick.

Sebab, ada transaksi dari buyer atau seller dalam hal open posisi buy atau open posisi sell dan termasuk juga bila ada yang menutup / close open posisi yang dilakukan sehingga menyebabkan perubahan harga.

Buyers dan sellers yang dimaksud adalah smart money yang melakukan buy atau sell.

Jadi volume dalam forex bukan mewakili banyaknya lot transaksi yang dilakukan buyer atau seller di market.

Demikian juga termasuk banyak lot yang ditutup oleh buyer atau seller.

Tetapi, berdasarkan info penelitian yang telah dilakukan,

Rata-rata bahwa 90% hasil indikasi bar volume dapat menggambarkan kondisi trade balance yang sebenarnya.

Kriteria tentang Bullish Volume dan Bearish Volume, yaitu :

Bullish Volume

Bullish Volume maksudnya indikasi pergerakan harga naik dimana; bullish candle dengan bar volume menaik dan bearish candle dengan bar volume menurun; atau pergerakan harga menaik dengan volume menaik dan pergerakan harga menurun dengan volume menurun.

Bearish Volume maksudnya indikasi pergerakan turun dimana; bearish candle dengan bar volume menaik dan bullish candle dengan bar volume menurun; atau pergerakan harga menurun dengan volume menaik dan pergerakan harga menaik dengan volume menurun.

Keuntungan

Apa keuntungan memakai indicator volume:

  • 1. Leading indicator atau non lagging indicator.
  • 2. Indikasi yang ditampilkan merupakan aktivitas big player/smart money di market.
  • 3 .Identifikasi kekuatan dari trend pada saat trend berlangsung dan identifikasi kekuatan trend, pada saat trend mulai melemah atau kehilangan momentum.
  • 4. Perubahan indikasi bar volume menunjukkan kecenderungan perubahan harga, termasuk dapat mengkonfirmasi breakout yang valid.

Memahami tentang defenisi dan kriteria volume saja, tidaklah akan dapat membantu dengan maksimal dalam analisa chart.

Oleh sebab itu indicator volume harus dihubungkan dengan harga/price dan spread, analisa ini disebut dengan Volume Spread Analysis (VSA).

2 ebook reference untuk VSA, yaitu:

  • “Master The Market” karangan Tom William, dan
  • “Trading in Shadows Smart Money …..” karangan Gavin Holmes.

Dalam analisa VSA,

Indikasi volume memberikan 50% informasi yang dibutuhkan dan 50% lagi informasi diperoleh dari penyebaran harga / spread (spread = range H-L dari candle).

Analisa VSA bertujuan agar dapat diketahui penyebab pergerakan harga naik atau turun, dan dari penyebab tersebut akan diketahui kemungkinan apa yang akan dilakukan market selanjutnya termasuk kemungkinan arah harga selanjutnya, tentunya dihubungkan dengan skema akumulasi/distribusi, supply and demand (sehingga dapat diketahui kekuatan tekanan bulls dan bears terhadap harga di dalam market).tolong dikoreksi ya agar kalimat diatas dapat disempurnakan.

Referensi: