Pengalaman dari Trader Profesional

Pengalaman dari Trader Profesional

Pengalaman ini berdasarkan referensi yang kami dapatkan dari:

Table Of Contents

Perbedaan

Pada saat Anda sedang melakukan trading,

Terdapat perbedaan antara professional trader dengan yang bukan professional trader, yaitu:

1.) Mencari Pair Mata Uang yang Terbaik

Bukan professional trader,

Akan sibuk mencari-cari pair mana yang baik untuk ditradingkan berdasarkan pendapat pribadi /rumor di media/feeling pribadi/signal gratis atau berbayar/ea yang tidak diketahui bagaimana ea tersebut bekerja/copy trade dan lain sebagainya.

2.) Mengamati Chart dan Menunggu Peluang

Professional trader akan mengamati chart dan menunggu opportunity dan probabilitas yang disediakan oleh market itu sendiri.

Dan dalam proses “mengamati dan menunggu” munculnya oppurtunity dan probalitas yang tersedia.

Maka, professional trader akan menganalisa chart berdasarkan aturan market itu sendiri,

Sampai market menunjukkan saat yang tepat untuk masuk market berdasarkan setup yang terbaik (terdapat dalam aturan-aturan trading plan yang harus diikuti) yang diperoleh melalui catatan rutin yang telah dibuat.

Kesimpulan

Oleh sebab itu, saran kami dalam analisa chart buat para newbie (pemula)….

Sebaiknya pilihlah satu pair saja untuk diamati dan menunggu opportunity dan probalitas untuk ditradingkan.

Amati chart satu pair itu sampai market memberikan opportunity dan probabilitas, yaitu pada saat market menunjukkan bahwa pergerakan harga market trending akan dimulai/telah dimulai/sedang berlangsung.

Bagaimana cara dan metoda untuk dapat melihat bahwa market akan/sedang melakukan pergerakan harga dalam phasa trending market?

Maka, hal itu bergantung kepada metodologi analisa yang Anda pahami tentang market.

Dan metoda ini bukan Anda yang buat….

Kecuali, metoda yang Anda buat dapat merefleksikan aturan-aturan dari market itu sendiri.

Oleh sebab itu, Anda harus:

  • Kalem,
  • Sabar,
  • Disiplin,
  • Jangan sampai emosi,
  • Fear,
  • Greedy yang berlebihan menguasai pola pikir anda dalam trading.

Semua itu harus sudah terdapat dalam diri anda sendiri, atau dengan kata lain mindset trading Anda harus konfiden.

Dan lakukan aktivitas trading anda dengan percaya dan yakin secara konsisten.

Sebab, Anda sudah melakukan persiapan yang baik dan anda telah berada di jalur yang benar menurut objektifitas market.

Dasar Analisa Market

Dasar analisa market hanya ada 5 saja, yaitu :

  1. Teori Dow
  2. Teori Elliot Wave
  3. Teori Gann
  4. Teori Wyckoff
  5. Teori 3-5 pattern wave (wave M dan wave W) dari Merill

hanya itu….

Ke-5 Teori tersebut saja (ke-5 orang yang membuat teori tersebut disebut sebagai “The 5 Titan of technical Analysis).

Jadi, apapun teori analisa yang berkembang saat ini,

Semua dasar analisanya adalah berdasar salah satu atau gabungan dari ke -5 teori dasar analisa market saat ini…..

Percayalah akan apa yang kami tuliskan saat ini…

Dan bukanlah berupa kebohongan belaka, seperti yang banyak bertabur di medsos/media.

Plan

Dalam trading yang saya butuhkan adalah:

1. Mindset (Pola Pikir)

Mindset (pola pikir) Trading yang konfiden / percaya dan penuh keyakinan atas cara agar menjadi sukses dalam trading sesuai dengan objektifitas market

  • Tidak mengedepankan emosi,
  • Menjadi pribadi yang kalem,
  • Rendah hati / humble,
  • Sabar,
  • Disiplin,
  • Bersyukur, dan
  • Tawakkal.

Dan semua itu harus dijaga dengan konsisten setiap saat dalam trading, di dalam diri sendiri.

Dan untuk itu, Anda diharuskan berpikir secara positif dan menjadi pribadi yang humble.

2. Wyckoff metodologi trading.

3. Trading Plan dan plan to trade

4. Risk Management , lebih dalam dari money management

Walaupun terdapat point 2, 3, 4 , adalah merupakan bagian dari mindset itu sendiri, mengapa, sebab point 2, 3, 4, bergantunga pada “HOW TO BELIEF AND HOW TO CONFIDENCE”.

Oleh sebab itu untuk point 2, 3, 4,

Maka, Anda harus dapat membedakan antara mana “informasi bohong atau informasi yang benar”.

Belief dan Confidence, atas pilihan informasi yang Anda pilih dapat membuat Anda nantinya menjadi trader yang sukses dalam trading,

Maka, hal itu bergantung kepada informasi yang Anda “Belief dan Confidence”.

Informasi “Belief & Confidence”

Artinya informasi yang anda pilih, yang anda percaya dan yakini, dan anda terapkan dalam trading, menjadi kunci kesuksesan anda.

Tentunya informasi yang benarlah yang dapat menghantarkan anda menjadi trader yang sukses.

Sekali lagi sangat penting untuk dapat “membedakan informasi bohong dan informasi yang tidak bohong”.

Informasi bohong dan informasi yang tidak bohong tersebut, adalah sejalan juga dengan hukum pareto, artinya:

Hukum Pareto

80% informasi yang beredar adalah merupakan informasi yang bohong.

Sebab 80% informasi yang bersifat bohong itu dibuat berdasarkan kebutuhan dan kepentingan market itu sendiri.

Dan terpenting dalam “INFORMASI BOHONG ATAU INFORMASI YANG BENAR”, KATAKANLAH KATA BENAR DALAM BAHASA RELATIF, BAHWA “ANDA JUGA HARUS TIDAK / SEDANG MEMBOHONGI DIRI ANDA SENDIRI”

Bila Mindset yang konfidence sudah ada di dalam diri anda.

Maka, kekuatan dari dalam dan di luar kesadaran Anda akan membantu anda dalam trading.

Sebab alam sadar dan alam bawah sadar Anda sudah sejalan dan saling menguatkan untuk mencapai:

  • Tujuan / target, dan
  • Harapan / permohonan dalam doa yang ingin Anda capai (dimana harapan dan target yang ingin dicapai harus rasional dan objektif).

Itu sebabnya “MINDSET YANG KONFIDEN ADALAH DOA DALAM BISNIS”

Catatan

Apabila Anda tidak mempunyai mindset yang konfiden dan emosi selalu mempengaruhi pola pikir anda.

Maka, alam bawah sadar akan mendikte/men-sugesti alam bawah sadar anda pada awalnya dengan informasi bohong.

Setelah alam bawah sadar menerima perintah ini,

Maka, alam bawah sadar selanjutnya akan menguasai dan memberi sugesti terhadap pikiran dan tindakan Anda pada saat menghadapi market.

Alam sadar anda dapat berubah dengan cepat,

Tetapi, alam bawah sadar yang sudah rusak akan sulit berubah.

Sehingga Anda membutuhkan psikiater/dokter untuk merubahnya…

Sebab, Anda telah mengidap penyakit delusi.

Apa itu Delusi?

Delusi adalah salah satu jenis gangguan mental serius yang dikenal dengan istilah psikosis.

Psikosis ditandai dengan ketidaksinambungan antara pemikiran, imajinasi, dan emosi, dengan realitas yang sebenarnya.

Orang yang mengalami delusi seringkali memiliki pengalaman yang jauh dari kenyataan.

Semua itu karena informasi bohong yang sudah dijadikan “belief dan confidence” oleh alam bawah sadar anda.

Maka, kegagalan demi kegagalan lah yang akan selalu Anda peroleh.

Pemahaman Harga dalam WyckOff

Pemahaman tentang harga dalam wyckoff, yaitu:

  • Harga bergerak dalam wave,
  • Harga bergerak dalam trend,
  • Harga bergerak dalam cycle wave.

Ke-3 pengertian wave, trend dan cycle wave menjadi penting dipahami perbedaannya.

Walapun ke-3 hal tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh.

Dalam analisa wyckoff terdapat 3 hukum utama yang menjadi dasar analisa dan interpretasi terhadap pergerakan harga, yaitu :

  1. Hukum supply dan demand,
  2. Hukum cause dan effect,
  3. Hukum effort dan results.

Ke-3 hukum utama inilah yang dipakai oleh smart money untuk :

  1. Membangun trend,
  2. Mengontrol dan mengawasi pergerakan harga,
  3. Memanipulasi pergerakan harga.

Munculnya news juga dipengaruhi oleh ke-3 hukum utama tersebut sebagai alat kampanye smart money untuk mencapai tujuan yang mereka ingin capai.

Hukum Fundamental Wyckoff

Oleh sebab itu, ke-3 hukum utama tersebut merupakan fundamental dalam analisa wyckoff.

Mengapa?

Sebab berdasarkan phasa skema akumulasi / distribusi / re-akumulasi / re-distribusi, 9 point ayunan testing dan dengan menerapkan ke -3 hukum utama dan analisa dilakukan secara “top down analysis”.

Maka, Anda dapat meng-interpretasi kekuatan news yang akan muncul (baik news yang sudah terjadwal ataupun yang datang tiba-tiba) yang akan mempengaruhi terhadap pergerakan harga selanjutnya.

Dimana sentimen yang diciptakan oleh munculnya news searah dengan pergerakan harga atau justru sentimen news sebagai alat kampanye untuk memanipulasi harga.

Berbicara tentang pergerakan harga selanjutnya, dalam analisa wyckoff maka kata “prediksi dan feeling-feelingan” dilarang dilakukan.

Mengapa,

Sebab dengan dapat memahami perubahan perilaku dan perubahan karakter market dengan baik, diharapkan anda dapat tanggap dan dapat bereaksi dengan cepat dan tepat terhadap perubahan yang terjadi.

Dalam analisa wyckoff setelah harga memasuki akhir phasa C,

Wyckoff menyarankan memakai chart “point of figure / PnF” (untuk menentukan lokasi entry, stoploss dan target profit),

Tetapi, sebagai pengganti chart PnF….

Kami menggunakan tool fibonacci dengan settingan yang jauh berbeda dari angka golden ratio fibonacci.

Memang penggunaan chart PnF lebih presisi dalam menentukan entry, stoploss dan target profit,

khususnya dalam stock market.

Catatan

Ingatlah, trading adalah bisnis pribadi yang bersifat rahasia dan confidensial, dan harus dikelola secara professional.

Apapun tindakan anda lakukan dalam trading.

Maka, akan anda pertanggungjawabkan kepada diri sendiri…

Sebab dalam trading,

Anda adalah pekerja buat bos anda, yaitu diri anda sendiri dan anda akan mendapat gaji atau profit dari bos Anda.

Bila anda dapat memberikan keuntungan kepada bos Anda…

Kecuali, Anda adalah seorang trader yang dibiayai oleh funding trader.

Maka, bos Anda adalah yang membiayai account balance Anda, yaitu funding trader.

Sebab Anda adalah seorang pekerja.

Maka lakukanlah kewajiban dan hak anda di tempat kerja anda.

Pada saat berhadapan dengan market atau saat melakukan aktivitas trading.

Sebagai pekerja, maka anda harus bersikap dan berkewajiban menjalankan semua “SOP = Standard Operation Procedure” yang telah dibuat bos Anda.

Hanya perbedaannya dalam trading,

Bahwa market yang anda hadapi bukanlah milik anda dan bos anda,

Berbeda pada saat anda bekerja di bisnis real.

Ingatlah,

Harga tidak bisa digerakkan oleh kebanyakan para retail trader,

Tetapi yang dapat menggerakkan harga adalah para smart money.

Retail Trader HANYA MENUMPANG di market smart money.

Kesimpulan

Oleh sebab itu,

“Dalam trading, tidak ada kata pasti bahwa Anda akan menghasilkan profit yang konsisten”,

Sebab market itu sendiri adalah “UNCERTAINLY”;

Malah risk atau kerugian adalah bagian terutama dalam risk management trading dibanding dengan profit taking itu sendiri.

Akan tetapi,

Market itu tidaklah random / acak (acak = tidak beraturan, atau bila dikembangkan, acak = tidak beraturan dan tidak terkontrol)…

Catatan

Sekali lagi, market itu tidak random / acak.

Sehingga kemampuan dan keahlian yang Anda miliki dibutuhkan untuk menangkap oppurtunity dan probabilitas.

Dan kemudian, itu dapat membuka peluang bagi anda untuk mendapat profit dari market.

Market menyediakan perbandingan antara risk dan profit adalah 80% : 20%.

Artinya hanya 20% retail trader yang di-izinkan oleh market untuk memperoleh profit di market.

Dan 80% harus menjadi trader yang selalu mengalami kerugian di market.

Sebab market mengikuti dan penganut hukum pareto itu sendiri.

Jadi, dapat Anda bayangkan “apa hasil trading anda“….

Bila anda trading diluar objektivitas market itu sendiri.

Itulah uniknya market itu, sekali lagi persentase 80% : 20% adalah angka persentase pencapaian yang abadi di market bagi retail trader.

Sebab kebanyakan retail trader dalam melakukan trading mengedepankan “ego, emosi, fear dan greedy“.

Yang bersifat subjektivitas pribadi dan jauh dari objektivitas market itu sendiri, sehingga dari dalam retail trader sendiri, sadar atau tidak sadar adalah mendukung keberadaan perbandingan persentase tersebut.

Cerita

Menyimpang sedikit,

Di awal tahun 2012,

Saya (Sitorus Fx) tertarik ingin sekedar mengetahui saja tentang bisnis ini.

Dan akhirnya kecanduan mempelajari bisnis forex ini,

Setelah mendengar kesaksian teman-teman yang gagal dalan bisnis trading atau menjadi korban penipuan di bisnis ini.

Awalnya saya juga tidak percaya atas ucapan mereka,

Tetapi, setelah saya pelajari….

Ternyata apa yang mereka katakan adalah benar adanya,

Bila bisnis trading dipersiapkan dengan cara yang biasa saja.

Oleh sebab itu,

Bila Anda masih gagal dalam trading.

Maka:

  • Belajar dengan keras dan ngotot,
  • Investasikan uang Anda untuk belajar kepada guru atau mentor trading yang baik dan benar.
  • Atau mentor yang bersertifikat dan mempunyai nurani untuk meng-edukasi anda sesuai yang dibutuhkan,

Agar persiapan maksimal yang Anda butuhkan dapat terpenuhi,

Sebelum Anda melakukan aktivitas trading atau menjadikan trading adalah bisnis,

Dan hindari mentor/marketing yang HANYA tertarik hanya atas jasa/uang edukasi yang Anda investasikan atau komisi dari broker.

Oleh sebab itu dalam trading dapatlah dikatakan bahwa “USAHA AKAN MENENTUKAN HASIL” DAN “MINDSET HARUS CONFIDEN” menjadi hal yang terpenting.

Strategi Menyusun Risk Management

Beberapa point yang menjadi perhatian dalam menyusun risk management, yaitu:

1. Target Mingguan / Bulanan

Jangan pernah memaksakan target harian dalam trading,

Tetapi, gunakanlah target mingguan atau bulanan dalam pencapaian target rasional yang ingin diraih.

Misalnya target bulanan adalah 10%,

Hal ini menjadikan anda tidak memaksakan diri untuk melakukan open posisi setiap harinya.

2. Leverage (Maksimal 1:100)

Pemakaian laverage yang tidak terlalu besar menjadi penting.

Hal ini menjadi penting agar anda dapat lebih fokus dalam melakukan open posisi yang sesuai dengan trading plan (tidak sembarangan tanpa alasan yang kuat),

Termasuk menghargai account balance dan ke-professionalan Anda…

Dan terpenting agar beban broker Anda tidak menjadi lebih besar,

Apalagi anda menggunakan account no swap atau no komisi.

3. Modal yang Memadai

Besaran modal menjadi penting disediakan,

Mengapa?

Sebab 80% pergerakan harga adalah sideways,

Artinya 80% dari waktu pengamatan chart adalah menunggu dengan sabar.

Dan sebenarnya adalah tidak baik bila melakukan open posisi pada kondisi sideways tersebut.

Lakukan open posisi setelah oppurtunity dan probabilitas telah diberikan oleh market.

Sehingga open posisi yang dilakukan mempunyai lot yang tidak terlalu kecil,

Dimana besaran lot yang digunakan dalam open posisi berbanding lurus dengan kemungkinan uang yang dapat dihasilkan.

4. Risk (Maksimal 1% – 2% dari Jumlah Saldo)

Risk yang disarankan dalam setiap akumulasi open posisi yang dilakukan adalah 1% sampai maksimal 2% dari jumlah account balance yang tersedia.

Oleh sebab itu,

Dalam setiap open posisi,

Diharuskan membuat Stop Loss.

Dan jangan pernah menggeser-geser stoploss,

Apabila arah harga justru melawan open posisi yang dilakukan.

5. Cara Alternatif: Menurunkan Risiko

Cara lain menurunkan risk atau resiko, adalah dengan menetapkan time frame yang lebih kecil untuk melakukan open posisi,

Misalnya gunakan time frame M2 atau time frame M5, dengan tujuan untuk memperkecil jarak open posisi dengan stoploss yang ditetapkan.

6. Reward Lebih Besar dari Risk (Minimal: 1:1, Sedang: 1:2, Maksimal 1:3)

Dalam trading,

Jumlah akumulasi uang yang dihasilkan….

Sebaiknya lebih besar dari kerugian yang telah ditanggung,

Oleh sebab itu,

Probabilitas yang diharapkan dalam setiap open posisi,

Setidaknya mempunyai risk ratio minimal, Risk : Reward = 1 : 3.

Salah satu jalan memaksimalkan profit adalah dengan memasang trailing stop pada open posisi yang telah menghasilkan profit atau memindahkan stoploss ke break even point bila sudah terbentuk 2 swing high/low sesuai dengan open posisi yang telah dilakukan.

7. Menghargai Kerugian

Dapat menghargai kerugian menjadi suatu keharusan dalam trading, maka diharapkan open posisi yang dilakukan adalah berdasarkan qualitas dan bukan berdasarkan quantitas.

8. Aturan Cut Loss & Jangan Menambah OP

Tentukan aturan untuk melakukan cutloss dan jangan melakukan hedging posisi.

Mengapa anda dilarang melakukan hedging posisi pada saat open posisi mengalami floating minus ?

Sebab bila melakukan hedging posisi,

Sebenarnya anda wajib membayar biaya hedging kepada broker anda, dan itu justru menambah beban kerugian anda.

9. Berhenti Aktivitas Trading

Stop melakukan aktivitas trading atau melakukan open posisi di market,

Bila akumulasi kerugian telah mencapai 10% dari jumlah balance sebelumnya berdasarkan interval waktu mingguan atau bulanan.

Bila hal ini terjadi maka anda diwajibkan menata kembali bisnis trading yang anda lakukan, mulai dari dasar kembali.

10. Balik ke Aturan Pertama

Bila apa yang dimaksud dalam point 9 terjadi,

Maka hentikanlah aktivitas trading minimal seminggu atau bahkan 1 bulan,

Untuk mereview kesalahan yang telah dilakukan dan menemukan cara untuk memperbaikinya.

Inilah, yang bisa kami berikan sebagai pedoman kepada kalian semua,

Setelah 8 tahun belajar trading (hampir 16 jam setiap hari)…

Sebab bila saya jabarkan semua secara detail akan terlalu panjang postingan ini …..

Dan kalaupun ada pembahasan yang tidak teratur,

Maklumlah,

Sebab apa yang saya tuliskan adalah apa yang ada dipikiran saya saat ini juga ……

Semoga kalian bisa memahami dan menjabarkannya sehingga kalian dapat menjadi trader yang sukses …..

Semoga Bermamfat…..