10+ Strategi Forex Andalan yang Bisa Anda Tiru

Banyak trader mencari berbagai macam strategi trading forex yang paling sempurna.

Yang bisa diterapkan sepanjang waktu…

…dan relevan di semua kondisi pasar.

Ternyata, bahwa kunci sukses dalam menemukan strategi forex yang terbaik…

..adalah ada pada pemahaman dan penerapan di kondisi pasar yang tepat.

Siapakah Grace Cheng?

Grace Cheng sebagai Part Time Trader dalam Dunia Forex

Sebelum menjelma sebagai trader forex sukses…

Grace Cheng adalah lulusan National University of Singapore di bidang Biologi.

Didasari keinginan kuat untuk bisa mandiri secara finansial.

Ia pun melahap berbagai buku investasi, hingga akhirnya memutuskan untuk mendalami trading forex.

Catatan

Grace Cheng menghabiskan banyak waktu di akun demo.

Sebelum akhirnya memantapkan diri menjadi full-time trader (Kenyataan: Part-time).

Ia menyukai trading di pair mayor (utama) seperti EUR/USD dan USD/CHF, serta menggunakan strategi day trading.

1. News Straddling

News Straddling: Strategi Forex by Grace Cheng

Sesuai dengan namanya,

Strategi ini berpatokan pada berita forex berdampak tinggi

…untuk mencari peluang profit dari pergerakan besar pasca rilis berita.
Rekomendasi Grace Cheng untuk strategi ini adalah:

  • Fokus pada pair mayor, terutama EUR/USD.
  • Gunakan time frame intraday (H1 ke bawah).
  • Tentukan support dan resistance yang membentuk channel harga.
  • Pasang Pending Order buy dan sell di atas resistance dan di bawah support.
  • Entry hanya pada level harga yang diinginkan. Jika hal itu tak bisa terpenuhi karena risiko requote ataupun slippage, sebaiknya jangan trading.
  • Untuk memperkecil kerugian jika kedua Pending Order sama-sama tersentuh, tempatkan Stop Loss pending buy pada jarak 20 pips di bawah resistance, dan Stop Loss pending sell 20 pips di atas support. Ini merupakan solusi manual yang tidak perlu melibatkan plugin eksternal seperti OCO Order.

2. Breakout Dari Volatilitas Rendah

Seputar strategi breakout,

Grace Cheng kali ini menekankan pengambilan peluang saat volatilitas harga sedang surut.

Dari sini, Anda mungkin bertanya-tanya:

  1. Mengapa justru mencari peluang saat volatilitas rendah?
  2. Bukankah potensinya akan sangat kecil jika dibandingkan dengan breakout saat pasar ramai?

Yang perlu diketahui di sini adalah:

Catatan

Grace Cheng mencari peluang hanya di saat menjelang rilis berita atau pengumuman fundamental penting.

Dengan demikian, ia bisa mengambil keuntungan dari perubahan volatilitas harga.

Secara teknikal, trader yang pernah mengelola kursus trading PowerFXCourse ini menyarankan aplikasi indikator Bollinger Bands untuk mendeteksi volatilitas.

Sedangkan untuk melihat peluang breakout,

Ia menggunakan analisa price pattern dan mencermati pola harga yang terbentuk di chart.

3. Carry Trade

Dikategorikan sebagai strategi jangka panjang yang bertujuan mendapatkan profit dari swap positif.

Grace Cheng mengenali carry trade sebagai strategi favorit para pemain besar di pasar forex.

Kunci keberhasilan strategi ini sebagian besar terletak pada pemilihan pair trading.

Hal itu karena pair dengan 2 mata uang yang suku bunganya berbeda jauh akan memberikan keuntungan lebih banyak.

Selain itu, analisa fundamental turut menjadi fondasi keberhasilan carry trade

…karena sangat penting bagi trader untuk bisa memahami dan mengikuti update kebijakan suku bunga bank sentral.

Seperti yang telah dijelaskan dalam artikel ini,

Strategi carry trade nyatanya sangat rentan terhadap perubahan keputusan bank sentral.

Terutama jika pemerintahnya gemar melakukan intervensi.

Jika harga sedang membentuk salah satu dari pola-pola segitiga,

Maka, itulah peluang terbaik untuk entry dengan strategi ini.

4. Breakout Fading

Strategi ini berlawanan dengan trading breakout yang mencari keuntungan dari penembusan harga di level-level penting.

Dengan kata lain, breakout fading mengidentifikasi sinyal false breakout dan cenderung selaras dengan cara trading di pasar sideways.

Strategi ini sangat tepat diterapkan pada pasar tenang, dengan pergerakan harga yang tidak terlalu bergejolak dan relatif mematuhi batas-batas support dan resistance.

Untuk entry order, Grace Cheng merekomendasikan trader untuk berpatokan pada time frame kecil seperti H1.

Sementara itu, Stop Loss ada baiknya diposisikan 20-30 pips di luar range support resistance.

5. Mengikuti Sentimen Pasar

Teknik ini sebenarnya hanya menjadi salah satu bagian dari keseluruhan strategi trading yang biasanya melibatkan aturan entry dan exit.

Meski demikian, mengikuti sentimen pasar bisa menjadi landasan paling penting dalam pengambilan keputusan.

Grace Cheng menggunakan ilmu fundamental untuk mengetahui sentimen pasar, yang menurutnya bisa dikenali dalam 3 jenis:

  • Bullish,
  • Bearish, dan
  • Tidak tentu.

Pemahaman terhadap indikator-indikator ekonomi pun disorot sebagai ilmu yang perlu dipelajari trader untuk bisa menguasai strategi ini.

Tak cukup hanya dengan mengetahui sentimen pasar, Grace Cheng juga merekomendasikan trader untuk mengukur kekuatannya.

Metode yang dipilihnya untuk mengidentifikasi kekuatan sentimen adalah dengan menyimak rilis data Commitment of Traders (COT).

Dan analisa pergerakan harga setelah suatu data fundamental penting diterbitkan.

6. Trend Riding

Trend riding, atau yang sering dikenal sebagai trend following adalah salah satu strategi andalan si Grace Cheng.

Trader wanita asal Singapura ini mengaku…

…tak pernah meributkan cara mengantisipasi perubahan arah trend…

…agar bisa menangkap peluang seawal mungkin.

Berdasarkan pengalamannya selama ini:

Mengikuti trend yang sudah terbentuk saja sudah bisa memberinya keuntungan yang memuaskan.

7. Breakout Trading

Hampir semua trader tertarik memanen keuntungan besar dalam waktu singkat.

Salah satu strategi forex andalan untuk mendapatkannya adalah breakout trading.

Namun agar tidak terjebak sinyal false breakout,

Grace Cheng mengkonfirmasi tanda-tanda breakout dengan melihat penguatan momentum harga.

Beberapa cara ideal yang disebutnya bisa digunakan untuk mengetahui momentum adalah:

  • Mengamati pergerakan histogram MACD dari level 0 (Solusi yang pertama),
  • Memperhatikan level overbought dan oversold RSI (Solusi yang kedua),
  • Serta menggunakan sinyal divergence yang bisa didapat dari perbedaan gerak harga dengan MACD atau RSI ((Solusi yang ketiga).

Di samping itu…

…kita memastikan entry setelah harga benar-benar tertutup di bawah support atau di atas resistance.

Serta kita juga perlu mengetahui sentimen pasar juga bisa memberi konfirmasi lebih lanjut untuk menghindari false breakout.

Siapakah Pemilik Metode “The Power of 7”?

Saat ini, kami berusaha mencari pembuat strategi “The Power of 7” dengan orang yang tepat.

8. The Power of 7

Strategi The Power of 7 dalam Dunia Forex

The Power of 7 adalah strategi trading sederhana…

…yang khusus diterapkan untuk pasangan mata uang EURUSD dengan timeframe H1.

Catatan

Strategi ini digunakan dengan mengacu pada level high dan low pada candlestick pukul 07.00 WIB sebagai acuan untuk memprediksi arah harga selanjutnya.

Dalam penerapan Power of 7:

  • Jika candle setelah jam tersebut ditutup di atas high candle jam 07.00 (breakout high),
    • Maka, bisa diasumsikan harga akan naik.
    • Jadi, posisi yang kita ambil adalah buy.
  • Sebaliknya jika candle setelah jam tersebut ditutup di bawah low candle jam 07.00 (breakout low),
    • Maka, bisa diasumsikan harga akan turun.
    • Jadi, posisi yang kita ambil adalah sell.

Harus diperhatikan bahwa pengambilan posisi dilakukan pada candle berikutnya sesudah harga terkonfirmasi close di atas atau di bawah low candle jam 07.00.

Contoh, jika high candle jam 07.00 ada di harga 1.0880, kemudian harga pada candle jam 11.00 close di 1.0900, maka posisi entry buy adalah pada harga di awal candle jam 12.00.

Take Profit dan Stop Loss

Strategi The Power of 7 untuk Take Profit dan Stop Loss dalam Dunia Forex

Target profit untuk setiap posisi minimal sebesar 15-20 poin jika target telah tercapai saat berlangsungnya pasar Asia.

Tetapi, jika breakout high atau low candlestick terjadi saat berlangsungnya pasar Eropa atau Amerika.

Maka, target bisa diperbesar menjadi 2 kali lipatnya.

Catatan

Apabila target belum tercapai dan terjadi reversal.

Maka, closing candle reversal tersebut menjadi level cut loss.

Pada candle berikutnya, kita berbalik arah mengikuti aturan breakout high/low candle jam 07.00 lagi.

Setiap posisi harus memakai sistem target profit sesuai market-nya.

Rejection & Reversal

Setelah harga pada candle closing breakout high/low, tetapi target belum tercapai.

Kemudian terjadi koreksi dan closed candle masih dalam koridor high/low jam 07.00,

Maka, inilah yang disebut dengan rejection.

Trader yang berkarakter agresif dapat menambah posisi baru dengan target yang sama.


Catatan

Namun, jika harga terus berlawanan arah dengan breakout awal yang sudah terkonfirmasi, kemudian closed pada arah sebaliknya, maka inilah yang disebut dengan reversal.

Posisi yang sudah ada mengikuti breakout high/low awal harus dicut-loss pada harga closing-nya, dan ambil posisi baru mengikuti breakout high/low terakhir dengan target profit sesuai market-nya.

Baca juga:

Referensi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *