Swing Trader vs Day Trader, Kepribadian Manakah yang Cocok untuk Kamu?

Bila kamu memilih antara kepribadian manakah yang cocok untuk kamu, apakah Day Trader atau Swing Trader.

Kamu kerap merasa bingung manakah yang lebih tepat kamu gunakan.

Untuk itu, artikel kali ini akan mengulas pro kontra antara keduanya (Swing Trader vs Day Trader).

Memilih strategi trading yang tepat dipercaya mampu memberikan keuntungan sesuai target yang diharapkan.

Akan tetapi, banyaknya strategi perdagangan yang bisa kamu gunakan justru kerap memusingkan diri sendiri termasuk orang lain.

Apa itu Swing Trading?

Apa itu Swing Trading?

Jika, kamu merupakan salah satu orang yang punya target jangka menengah-panjang dalam dunia forex.

Maka, Swing Trading boleh kamu coba.

Swing Trading dalam dunia forex merupakan satu dari di antara gaya trading yang diterapkan dengan tujuan memaksimalkan keuntungan.

Siapakah Swing Trader itu?

Swing Trader adalah kepribadian pelaku yang cocok untuk investasi / berjualan dalam kurun waktu mulai dari menengah sampai tahan lama (antara dimulai dari hari pertama berjualan hingga 4 minggu kemudian).

Nah, para Swing Trader berusaha mendapatkan keuntungan seoptimal mungkin dengan menempatkan posisi entry pada titik-titik pembalikan harga.

Mereka, biasanya mencari pasangan mata uang dengan range trading yang cukup lebar, contohnya seperti:

  • GBP/USD,
  • EUR/USD,
  • USD/JPY.

Kemudian, mereka menahan posisi trading dalam tempo sehari sampai seminggu, bahkan bisa lebih dari itu.

Oleh karena itu, time frame yang digunakan berkisar di D1 hingga W1.

Cara Jual Beli (Entry) yang Baik dan Benar

Mengenai cara entry posisinya…

Seorang trader forex asal Singapura, Rayner Teo, beliau membagikan kunci sukses mengenai strategi Swing Trading.

Menurutnya, Swing Trader bisa mengambil ancang-ancang entry dengan meletakkan:

  • Buy di Support dan Sell di Resistance,
  • Trade Breakout,
  • Trade Pullback, serta
  • Trade Bouncing.

Kelemahan

  • Karena posisi ditahan selama lebih dari sehari, otomatis broker akan memberlakukan Swap pada akun Anda.
    • Bagi trader muslim, Swap kerap diidentikkan dengan riba (haram).
    • Untuk menyiasatinya, sebaiknya Anda trading di broker yang menawarkan akun Swap-Free.
  • Perlu modal yang lebih besar daripada Day Trading untuk bisa menahan loss jika kebetulan harga bergerak melawan posisi.
  • Perlu pengetahuan fundamental melebihi seorang Day Trader karena prediksinya bersifat jangka menengah.
    • Anda perlu benar-benar paham tentang:
      • Cara menganalisa pergerakan harga di pasar finansial,
      • Mengacu pada data ekonomi, dan
      • Berita-berita yang menjadi pusat perhatian para pelaku pasar.
  • Dibutuhkan pemikiran yang cermat tentang bagaimana data-data ekonomi dan berita besar dapat berdampak pada prospek ekonomi suatu negara, lantas mengidentifikasi efeknya terhadap nilai tukar suatu mata uang.

Kelebihan

  • Strategi Swing Trading tidak menuntut Anda membuka banyak posisi trading.
    • Satu posisi per minggu saja sudah cukup.
    • Setiap posisi memanfaatkan pergerakan trend secara maksimal, dengan ekspektasi target profit di level ratusan pip.
  • Swing Trading menerapkan prinsip “Set and Forget”.
    • Karena setiap posisi Swing Trading sudah diamankan dengan manajemen risiko dan targetnya juga sudah jelas.
    • Maka, Anda tidak perlu lagi mengawasi pergerakan harga terus-menerus.
  • Setiap posisi fokus pada kualitas, bukan kuantitas.
    • Buang kebiasaan buruk untuk membuka banyak posisi.
    • Strategi ini menitikberatkan pada akurasi sinyal dan manajemen risiko untuk setiap posisinya, dari pembukaan sampai penutupan.

Referensi (Resource):

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *