Perbedaan Capital Gain dan Dividen

Perbedaan Capital Gain dan Dividen yang Perlu Anda Tahu!

Dalam dunia investasi…

Ada beberapa hal yang menjadi pembeda antara capital gain dengan dividen yang masih seringkali tidak dipahami oleh kita sebagai (investor).

Berikut adalah perbedaan capital gain dan dividen dalam proses investasi:

1. Keuntungan (Laba)

Keuntungan (Laba) pada Capital Gain dan Dividen

Capital gain adalah keuntungan yang direalisasikan setelah menjual aset jangka panjang.

Sedangkan dividen adalah pendapatan yang diperoleh dari keuntungan perusahaan untuk para pemangku kepentingan.

2. Aset

Aset pada Capital Gain dan Dividen

Terjadinya capital gain membutuhkan konversi saham / aset menjadi uang tunai, sedangkan dividen dapat memberikan pendapatan berkala yang stabil.

3. Jumlah Modal

Jumlah Modal pada Capital Gain dan Dividen

Penerima keuntungan modal terbatas pada pemilik dan / atau investor yang umumnya sedikit jumlahnya.

Namun, penerima dividen umumnya banyak yang jumlahnya bisa mencapai ribuan, tergantung dari jumlah saham yang dikeluarkan.

4. Pajak

Jumlah Pajak pada Capital Gain dan Dividen

Keuntungan modal dikenakan pajak secara berbeda tergantung pada apakah itu jangka panjang atau jangka pendek.

Sedangkan, dividen biasanya dikenakan tarif tetap (misalnya 10%, 15 persen, dan seterusnya).

5. Kenikmatan

Keuntungan modal akan terjadi umumnya sekali seumur hidup investor sejak nilainya diterima setelah realisasi.

Dividen dapat dibagikan setiap tahun tergantung pada pengambilan keputusan dan kebijakan manajemen senior perusahaan.

6. Kinerja

Jumlah pertumbuhan modal umumnya cenderung meningkat karena merupakan aset jangka panjang dan dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi.

Sedangkan jumlah deviden dapat tidak menentu dan tergantung pada kinerja perusahaan dan keputusan manajemen.

Mungkin saja mereka memiliki pengembalian yang cukup.

Tetapi, mungkin ingin mendapatkan kembali sejumlah dari keuntungan untuk diinvestasikan dalam aktivitas lain perusahaan.

7. Keputusan

Keputusan untuk merealisasikan capital gain ada di tangan pemilik / investor.

Tetapi, pemegang saham tidak dapat mengontrol waktu dan jumlah dividen yang akan dibagikan.

8. Bonus

Dalam hal honorarium:

Pertumbuhan modal tidak menawarkan tambahan apapun selain dari fluktuasi keuntungan.

Tetapi, dividen dapat menawarkan lebih banyak dalam hal saham bonus, pemecahan saham, dll.

Contoh

Katakanlah:

Ilustrasi Cerita (Capital Gain)

Jika sebuah properti dibeli seharga Rp 2.000 juta dan jika itu dijual seharga Rp 2.750 juta.

Jumlah keuntungan modal adalah [Rp 2.750 – Rp 2.000 = Rp 750 juta].

Jumlah pajak yang sama akan bervariasi tergantung pada jangka waktu jika telah ditahan.

Katakanlah, aset tersebut telah dijual setelah 3 tahun dengan tarif pajak 20%.

Jumlah pajak adalah [20% * 750 = Rp 150 juta]

Perlakuan pajak atas capital gain dapat membantu mengurangi pendapatan kena pajak pada tahun tertentu.

Jika seseorang kehilangan uang karena investasi dan sedang mempertimbangkan untuk mengubah strategi investasi, aset tersebut dapat dijual dengan kerugian dan menerima keuntungan pajak dari kerugian yang terjadi pada aset tersebut. Ini tidak pernah menjadi alasan utama untuk menjual.

Ilustrasi Cerita (Dividen)

Jika suatu perusahaan mengumumkan dividen @ $ 1,50 per saham.

Maka, itu akan dikalikan dengan jumlah saham yang kita miliki.

Katakanlah Tuan Indofood memegang 200 saham perusahaan.

Maka, dia akan mendapatkan dividen = 200 * $1,50 = $300.

Perlu dicatat bahwa dividen dapat dikenakan pajak berganda karena sudah dikenakan pajak di tingkat korporasi dan selanjutnya pemegang saham juga dikenakan pajak distribusi dividen pada tingkat individu.

Apa itu Capital Gain?

Berbicara mengenai capital gain, mungkin bagi orang seperti kita…

…yang belum pernah melakukan investasi, terdengar asing di telinga.

Definisi dari capital gain ini adalah:

Keuntungan modal yang diperoleh seorang investor ketika harga penjualan dikurangi jumlah harga beli saham.

Selisih dari harga penjualan dan harga beli ini yang kemudian diperhitungkan.

Untuk memperoleh keuntungan dari investasi ini bisa dengan banyak aset, seperti:

  • Properti,
  • Barang,
  • Obligasi, dan juga
  • Menjaga dengan berbisnis.

Namun, berbisnis ini juga berpeluang untuk kehilangan aset

…ketika kita tidak melakukan diferensiasi secara tepat.

Meskipun peluang keuntungan yang didapatkan sebanding dengan risikonya.

Jadi, secara umum capital gain adalah nilai keuntungan ketika aset yang dijadikan investasi telah dijual.

Namun, ketika pemilik masih memiliki atau menguasai aset tersebut.

Hal itu, bukan disebut dengan capital gain

…meskipun harga yang ditawarkan lebih tinggi dengan harga sebelumnya. 

Secara implisit, istilah yang paling tepat bagi capital gain itu sendiri, yaitu:

Keuntungan nilai yang berubah dalam skala besar ketika melakukan investasi dengan menjual aset baik itu properti, saham, atau yang lainnya. 

Referensi:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *