Berani Mengambil Resiko

Prinsip dalam Berani Mengambil Resiko

Berani mengambil resiko adalah salah satu kunci dalam memulai usaha.

Karena dalam komponen ini banyak sekali item yang mengikutinya, yaitu:

  • Berani rugi,
  • Berani mengambil keputusan,
  • Berani menghadapi masalah,
  • Berani menahan diri untuk tidak menggunakan uang perusahaan untuk bersenang-senang, serta
  • Berani untuk bangkrut.

Itu baru sedikit resiko yang ada saat mendirikan bisnis.

Ilustrasi

Setiap pekerjaan tentunya memiliki resiko, baik itu kerja dengan orang lain atau bisa disebut sebagai karyawan, atau kerja sendiri.

Resiko sebagai karyawan adalah performance atau target tidak sesuai yang diharapkan oleh perusahaan…

…dan resiko yang akan diterima karyawan paling mendapat surat peringatan 1, 2.

Atau paling apes adalah diberhentikan dari pekerjaan.

Sedangkan resiko kerja sendiri atau membangun perusahaan yaitu paling jelek adalah bangkrut dan akhirnya memiliki hutang dimana-mana.

Solusi

Oleh karena itu, kita sebagai seorang calon pebisnis harus mampu menghilangkan rasa takut terhadap semua resiko yang ada.

Caranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Lakukan survey atau pengamatan:
    • Sehingga mengetahui rintangan yang akan dihadapi,
    • Dapat strategi dalam menghadapi semua rintangan yang ada.
  2. Pilihlah bisnis yang sesuai dengan keahlian yang dimiliki.
  3. Sesuaikan modal dengan besaran bisnis yang akan dibangun.
  4. Konsultasi dengan orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidangnya.
  5. Mau terima kritikan atau masukan dari orang lain:
    • Akan tetapi, kita perlu bisa memilah mana masukan yang baik.
  6. Tidak terburu-buru atau terlalu ambisi dalam mengembangkan bisnis.
  7. Buat bisnis plan sehingga dalam mengembangkan bisnis dapat terencana dengan baik.

Referensi:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *